­
Welcome to my POV

Stultus

amor fati.

Keyakinan

 Membaca ulang tulisan terakhir di blog ini mengingatkanku betapa putus asanya diriku saat itu. Rupanya, pertanyaan itu didengar dan dijawab pada waktu yang seharusnya. Berapa hal yang terjadi belakangan ini rupanya jawaban dari pertanyaan yang ada tanpa disadari dan dicari. Aku

Pengakuan Dosa.

Sepertinya dua tahun terakhir adalah karma yang aku bayar karena terlalu bahagia dalam tiga tahun sebelumnya. Ya, mungkin aku salah satu orang yang percaya bahwa tidak ada kebahagiaan yang bertahan lama. Selalu ada harga yang harus dibayar. Mungkin sebenarnya ini

Self Acceptance

Recently, as I turned older, I tend to forget about small things that made me easily happy before.  Meticulous things like a blue sky, a huge tree that gives me shadow on a very hot day, the smile

Gadis Senja

Entah ini senja keberapa yang aku habiskan di pantai ini. Menunggu datangnya semburat merah di kaki langit, mengantarkan sang mentari ke peraduannya. Mungkin orang-orang sekitar sini sudah hapal denganku. Setiap sore, tepat pukul 5, aku sudah ada di

Small Talk and Why It's Not Good (at least for me)

For me, small talk not necessary that chit chat you do with strangers or someone you don't want to talk to but you have to. For me, small talk is a talk that don't have a meaning, have

Midnight babble

it has been a while since i got some kind of imsonia: no sleep before midnight. i just can't close my eyes before 12 am. even when i'm extremely tired or sad or depressed (it even get worse).

Agustus, si lambat.

Sudahkah aku bercerita betapa aku tidak menyukai Agustus? Mungkin belum. Agustus bulan sarat  karat. Melapisi dengan erat. Agustus berjalan dengab lambat. Detiknya tidak berirama tik...tik... Tapi t...i...k...t...i...k... Begitu kolot! Seolah masih berada di zaman kolonial. Aku tak suka Agustus,